Cerita Lama yang Terlupakan, Asal Usul Gunung Raung – Kalau ngomongin gunung yang punya aura misterius, penuh sejarah, dan bikin merinding sekaligus penasaran, Gunung Raung jelas masuk jajaran teratas. Gunung ini bukan cuma soal ketinggian atau jalur ekstrem, tapi juga tentang cerita lama yang perlahan terlupakan. Di balik megahnya Gunung Raung di Banyuwangi, tersimpan kisah letusan dahsyat, legenda kerajaan, sampai mitos yang masih dipercaya masyarakat sekitar sampai sekarang.
Buat kamu yang suka wisata alam dengan bumbu cerita sejarah dan mistis, mengenal asal usul Gunung Raung itu rasanya wajib sebelum benar-benar menginjakkan kaki di sana.
Gunung Raung dan Jejak Sejarah yang Menggetarkan
Secara geografis, Gunung Raung berada di kawasan Jawa Timur dan menjadi salah satu gunung api paling aktif di Pulau Jawa. Sejarah mencatat aktivitas vulkanik Gunung Raung sudah terjadi sejak tahun 1586. Letusan pertamanya yang tercatat dikenal sangat dahsyat, bahkan menyebabkan ribuan korban jiwa dan mengubah lanskap alam serta kehidupan masyarakat sekitar.
Letusan besar kembali terjadi pada tahun 1638. Saat itu, lahar panas mengalir melalui Kali Stail dan Kali Klatak, menghancurkan pemukiman dan menewaskan banyak orang. Peristiwa ini diyakini berkaitan erat dengan runtuhnya peradaban lokal, termasuk Kerajaan Macan Putih. Inilah bagian penting dari asal usul Gunung Raung yang membuatnya tidak sekadar gunung biasa, tapi saksi bisu perjalanan sejarah Blambangan.
Kerajaan yang Terkubur di Bawah Abu Vulkanik

Gambar: wiki.ambisius.com
Masuk ke abad ke-18, cerita Gunung Raung makin menarik. Beberapa letusan besar dipercaya mengubur sisa-sisa Kerajaan Blambangan. Hingga kini, ditemukan fondasi bangunan dan artefak kuno yang terkubur abu vulkanik di sekitar kaki gunung. Fakta ini memperkuat anggapan bahwa Gunung Raung punya peran besar dalam perubahan peradaban di wilayah timur Jawa.
Inilah salah satu fakta unik Gunung Raung yang jarang dibahas: bukan cuma alamnya yang ekstrem, tapi juga sejarahnya yang “menghilangkan” sebuah kerajaan.
Letusan Modern dan Status Gunung Paling Aktif
Memasuki abad ke-20, Gunung Raung tetap menunjukkan dominasinya. Letusan tahun 1902–1903 membentuk kerucut pusat baru di dasar kawah. Tahun 1927, abu vulkanik menyebar hingga 30 km, disusul letusan besar tahun 1956 dengan kolom asap setinggi 12 km yang bahkan terdeteksi sampai Bali dan Surabaya.
Di era modern, aktivitas Gunung Raung kembali meningkat pada 2015 serta 2021–2022, menyebabkan penutupan jalur pendakian. Ini menegaskan bahwa Gunung Raung di Banyuwangi adalah gunung yang harus dihormati, bukan diremehkan.
Baca Juga: Banyak yang Belum Tahu, Gunung Raung Ada Berapa Jalur Resmi
Legenda, Mistis, dan Jalur Pendakian Ekstrem

Gambar: catatanalam.wordpress.com
Bagi masyarakat sekitar, Gunung Raung dikenal sebagai “Ibu dari Gumuk”, induk dari bukit-bukit kecil di Jember. Ada pula legenda Pangeran Tawangulun dari Kerajaan Macan Putih yang dipercaya erat kaitannya dengan letusan dahsyat gunung ini. Di sekitar kaki gunung, ditemukan pula situs pemujaan Hindu abad ke-17 hingga 18, menambah kesan sakral Gunung Raung.
Dari sisi wisata petualangan, Gunung Raung terkenal dengan jalur pendakiannya yang ekstrem seperti jalur Kalibaru dan Sumberwringin. Medannya teknis dan berbahaya, sehingga pendakian sering membutuhkan pemandu profesional. Ini juga jadi salah satu fakta unik Gunung Raung yang bikin para pendaki tertantang.
Yuk, Rasakan Sendiri Aura Gunung Raung!
Membaca cerita tentu seru, tapi merasakan langsung atmosfer Gunung Raung itu pengalaman yang beda level. Kalau kamu pengen menjelajah Gunung Raung di Banyuwangi tapi bingung soal akses dan transportasi, tenang aja. Kamu bisa sewa mobil Banyuwangi bareng Yukbanyuwangi biar perjalanan lebih aman, nyaman, dan nggak ribet.
Dengan segala cerita sejarah, legenda, dan tantangannya, Gunung Raung bukan cuma destinasi wisata, tapi perjalanan menyusuri kisah lama yang hampir terlupakan. Jadi, kapan kamu siap menapakkan kaki di gunung penuh cerita ini? – Cerita Lama yang Terlupakan, Asal Usul Gunung Raung
Baca Juga: Pilih mobil sesuai kebutuhan dan perjalanan ke Gunung Raung jadi lebih aman!



